Saat malam menjemput Pagi
Sebongkah hati terbangun dari mimpi
Embun pagi yang basah menyejukkan hati
Detik-detik ku hitung waktu
Telah lama aku sendiri termangu
Khayalku tentang Cinta Biru
Mencari di mana kini tambatan hatiku
Disampingku pundak terpaku
Tak kusadari aku tlah bersandar di pundak itu
Kekasih yang ku tunggu bawakan aku rindu
Bersama secerca asa tentang Cinta Biru
Aku masih menghitung waktu
Berharap detik ini tak meninggalkan ku
Agar pundak itu tetap jadi sandaranku
Agar Cinta itu tetap jadi milikku
By:Chan
Padang, 27 Agustus 2009
"...Jujur Aq ingin sekali selalu Bersamanya Dan selamanya tetap bersamadia, karna aq yakin dialah yang Terbaik"
Aku dan Tulisanku expresi hatiku Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku tak pernah menulis satu kata? Adakah orang akan mencari namaku ketika aku tak pernah meninggalkan kesan? tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku Puisi-puisi tertuang di atas kertas dengan sendirinya. Kekuatan yang menuntun sampai saat ini belum tertemukan. Jangan bertanya mengapa mereka hadir sebab tak ada yang istimewa dari bait-baitnya.
Kamis, 21 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Puisi-puisi tertuang di atas kertas dengan sendirinya.
Kekuatan yang menuntun sampai saat ini belum tertemukan.
Jangan bertanya mengapa mereka hadir sebab tak ada yang istimewa dari bait-baitnya.
ingin mendapatkan yg lebih baik... ungkapkan hatimu